Mahasiswa STIKes William Booth Jadi Bagian Penting Pemecahan Rekor MURI Lewat Penyuluhan TBC Serentak di 1.361 RW
September 9, 2025 2025-09-09 12:09Mahasiswa STIKes William Booth Jadi Bagian Penting Pemecahan Rekor MURI Lewat Penyuluhan TBC Serentak di 1.361 RW
Mahasiswa STIKes William Booth Jadi Bagian Penting Pemecahan Rekor MURI Lewat Penyuluhan TBC Serentak di 1.361 RW
Surabaya, 28 Agustus 2025 – Mahasiswa STIKes William Booth kembali menunjukkan dedikasinya dalam bidang kesehatan masyarakat. Kali ini, mereka berperan aktif sebagai supervisor dalam kegiatan Penyuluhan Serentak Tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan serentak di lebih dari 1.361 Rukun Warga (RW) se-Kota Surabaya.
Kegiatan serentak ini digagas oleh PemKot Surabaya Bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan secara resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi, pada Kamis pagi, 28 Agustus 2025 di Balai RW 03, Kelurahan Jambangan, Surabaya. Tak hanya menjadi agenda penyuluhan kesehatan, kegiatan ini juga mencatatkan sejarah sebagai upaya pemecahan Rekor MURI untuk penyuluhan TBC serentak terbanyak di Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penanggulangan TBC dan mewujudkan Surabaya bebas TBC pada tahun 2030 di Kota Pahlawan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan “Indonesia masih menjadi negara nomor dua dengan penderita TBC terbanyak, karena itulah kami tidak bisa menyelesaikannya sendiri melainkan harus ada sinergi dan kerjasama. Maka dari itu, kami membentuk Kampung Pancasila untuk melibatkan RT, RW hingga Kader Surabaya Hebat (KSH) supaya bisa memantau setiap rumah dan bergerak bergerak bersama melakukan sosialisasi dan pencegahan TBC,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.
PemKot Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga melibatkan Perguruan Tinggi di Surabaya, Salah satunya STIKes William Booth Surabaya yang terlibat aktif dalam mendukung kegiatan Penyuluhan TBC Serentak ini.
Dalam pelaksanaannya, puluhan mahasiswa dari STIKes William Booth ditunjuk untuk menjadi supervisor di berbagai titik lokasi penyuluhan yang tersebar diberbagai wilayah di Surabaya. Peran mereka sangat krusial dalam memastikan kelancaran acara, validitas informasi yang disampaikan, serta melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan di lapangan.
“Ini adalah pengalaman luar biasa dan sangat membanggakan karena bisa berkontribusi nyata dalam upaya pemberantasan TBC. Awalnya saya sempat ragu karena ini pertama kalinya saya dipercaya menjadi supervisor. Tapi setelah terlibat langsung, saya justru merasa sangat senang dan mendapat banyak pengalaman baru. Saya juga sangat puas melihat semangat dan kesiapan para ibu kader di lapangan yang memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Ini benar-benar pengalaman yang membuka wawasan saya,” ungkap Domingas, salah satu mahasiswa Prodi D3 Kebidanan yang bertugas di RW 1 kelurahan Petemon.
Keterlibatan aktif mahasiswa STIKes William Booth ini mendapat apresiasi langsung dari pihak Pemkot dan Dinas Kesehatan berupa pemberian sertifikat penghargaan yang akan diberikan setelah selesai rangkaian kegiatan penyuluhan tersebut. Selain itu mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi dan pengalaman mahasiswa, keikutsertaan mereka juga membuktikan komitmen kampus dalam mencetak tenaga kesehatan yang siap pakai dan peduli terhadap isu kesehatan nasional.
“Kami sangat bangga. Ini sejalan dengan visi kami untuk menghasilkan tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki jiwa sosial tinggi,” ungkap Dosen Penanggung Jawab kegiatan ini.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan, Surabaya sekali lagi menunjukkan bahwa kerja bersama bisa menjadi kekuatan besar dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.


