STIKes William Booth Surabaya
Rubrik : Artikel Berita
Why you must choose as Nurses profession
2017-11-06 - by : admin


 


Why you must choose as Nurses profession?


 


         Lulusan Perguruan Tinggi tidak menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan yang baik (Miftakhul, 2017 dalam Berita Jawa Pos).  Hal inilah yang yang menjadi dasar dalam tulisan artikel berikut ini. Perguruan Tinggi baik itu Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta merupakan lembaga pendidikan yang menghasilkan atau mencetak lulusan dengan body of knowledge yang mumpuni atau secara kasar dapat dikatakan memiliki dasar pemikiran yang baik untuk setiap bidang yang ditekuninya. Data Ristekdikti Tahun 2014/2015 lulusan perguruan tinggi menurut Ristekdikti didapatkan jumlah lulusan sebanyak 904.469 lulusan dimana lulusan tersebut berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta baik Universitas, Institut, Sekolah tinggi, Akademi, Politeknik. Jumlah yang tidak terlalu kecil bukan. Bagi masyarakat awam akan memberikan penilaian positif atau lebih pada seseorang lulusan perguruan tinggi tersebut.


         Kualitas perguruan tinggi saat ini sedikit terusik oleh berita khususnya dari Ristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia) yang memaparkan bahwa Marak Sarjana Menganggur, Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Butuh Relevansi.  Dalam berita tersebut dipaparkan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti dimana beliau menjelaskan, relevansi lulusan perguruan tinggi terhadap kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam upaya mencegah sarjana menganggur. Untuk itu, dibutuhkan sebuah rencana induk dalam menentukan kebijakan strategis dan program unggulan demi mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. (Ristekdikti, 2017). Berita Ristekdikti ini didukung oleh berita di Jawa Pos pada hari senin tanggal 30 Januari 2017 yang menulis berita Sarjana Menganggur Semakin Banyak. Tulisan Jawa Pos didukung Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka sarjana yang menganggur semakin tinggi. Parahnya, itu terjadi dalam tiga tahun terakhir secara terus-menerus. Bagi insan perguruan tinggi baik mahasiswa, alumni, staff maupun dosen pengajar penguruan tinggi keadaan ini akan pengaruh baik itu dalam proses perkuliahan atau momentum ini akan dijadikan tamparan yang membangun untuk semakin meningkatkan kualitas perkuliahan yang dilakukan termasuk program perguruan tinggi.


         Hal ini bertolakbelakang dengan kebutuhan tenaga kesehatan khususnya perawat yang notabennya termasuk lulusan perguruan tinggi juga.  Perkembangan keperawatan di Indonesia saat ini telah mengarah pada proses upaya peningkatkan kualitas dengan adanya UU Keperawatan No 38 tahun 2014. Proses Keperawatan sudah mulai tertata dengan adanya SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) dan Kualitas Perawat sudah diatur juga dengan STR (Surat Tanda Regristasi) bagi lulusan keperawatan setelah mereka lulus Ujian Kompetensi. Informasi yang membahagiakan juga bahwa kebutuhan tenaga perawat untuk bekerja di Luar Negeri dari waktu ke waktu semakin banyak sehingga masalah lulusan perguruan tinggi banyak yang menganggur sedikit terobati. Berita BNP2TKI di Jakarta tanggal 11 Oktober 2017  tertulis Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mendapatkan order tenaga kerja perawat dan hospitality dari buyers Australia dan Taiwan. Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, kepada pers pada pembukaan TEI 2017 di ICE Tangerang, Provinsi Banten. Kabar gembira juga sebelumya telah disampaikan bahwa BNP2TKI bahwa dibutuhkan tenaga kesehatan khusunya perawat ke Jepang setiap tahunnya. Pada tahun 2016 penempatan Calon TKI ke Jepang sebanyak 33 orang, sedangkan careworker 285 orang hal ini terjadi dengan adanya Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).


         Motivasi menjadi perawat sedikit kurang diminati oleh beberapa orang karena mereka menggangap bahwa perawat adalah pembantu dokter, perawat adalah penjaga orang sakit atau perawat itu hanya profesi dengan gaji yang kecil. Dengan data dan fenomena yang telah dituliskan didepan apakah kita masih memiliki pemikiran yang masih sama?


The Last Question untuk kita semua adalah kenapa tidak memilih perawat untuk meraih masa depan yang lebih baik? Kenapa perawat harus menjadi pilihan kita melanjutkan pendidikan?


 


Semoga dapat menjadi motivasi bagi kita semua.


 


Ns. Wijar Prasetyo, MAN.


Emergency Department


STIKES William Booth Surabaya.


 


Source


-   BNP2TKI. Maraknya permintaan lulusan perawat untuk kerja di Luar Negeri. http://www.bnp2tki.go.id/read/12748/BNP2TKI-Dapat-Order-Perawat-dan-Hospitality-ke-Australia-dan-Taiwan-Pada-TEI-2017.html.


-   BNP2TKI. Raih Peluang untuk Menjadi Perawat di Luar Negeri. http://www.bnp2tki.go.id/read/12116/Raih-Peluang-untuk-Menjadi-Perawat-di-Luar-Negeri.


-   Miftakhul. 2017. Sarjana Menganggur Semakin Banyak. Jawa Pos Senin, 30 Jan 2017 12:43. https://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105943/sarjana-menganggur-semakin-banyak.


-   Ristekdikti. 2016. Data Lulusan Perguruan Tinggi di Indonesia. https://www.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/11/E-Book-Statistik-Pendidikan-Tinggi-2014-2015-revisi.pdf.

STIKes William Booth Surabaya : http://stikeswilliambooth.ac.id
Versi Online : http://stikeswilliambooth.ac.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=24