PERANAN HORMON INKRETIN DALAM MENURUNKAN GLUKOSA DARAH


Posted on: 9 October 2017

 

PERANAN HORMON INKRETIN DALAM MENURUNKAN GLUKOSA DARAH

Oleh : Astria Blandina Gaidaka, S.Kep., Ns., M.Si

 

Hormon ini ditemukan sekitar 1930an oleh La Baree, dengan sintesis hormon usus yang mirip dengan insulin. Inkretin berasal dari tiga suku kata yaitu “IN”testin, se“CRET”ion, and “IN”sulin yang artinya gastrointestinal berperan dalam sekresi insulin dan homeostasis glukosa. Pada Tahun 1979, adanya teori baru yang dijelaskan oleh Creutfeld, yaitu inkretin sebagai sinyal endokrin yang disekresikan oleh usus untuk merangsang sekresi insulin, sebagai respons terhadap adanya glukosa yang masuk secara oral. Hormon inkretin terdiri dari 2 macam yaitu glucose-dependent insulinotropic polypeptide (GIP) dan glucagon-like-peptide-1 (GLP-1).  

Sekresi dari hormon inkretin dirangsang oleh nutrisi yang masuk ke usus. Salah satu nutrisi yang dapat meningkatkan sekresi hormon inkretin adalah whey protein. Whey protein merupakan protein yang terdapat pada susu. Whey protein relatif cepat di cerna dan di absorpsi, komposisinya terdiri dari asam amino terutama asam amino esensial dan golongan asam amino rantai bercabang (branched chain amino acids) seperti leusin, valine dan isoleusin, yang mempunyai efek insulintropik sehingga secara langsung akan merangsang sel beta pankreas untuk mensekresi insulin, serta memiliki komponen dari protein bioaktif dan memiliki struktur peptida yang mirip komponen protein di dalam kimus usus (Tsutsumi et al., 2013; Sayogo, 2011).

Whey protein yang kita konsumsi akan menstimulus duodenum untuk mensekresikan hormon GIP dan menstimulus distal ileum untuk mensekresikan GLP-1. GIP dan GLP-1 berikatan dengan reseptornya di sel beta pankreas dan akan menghasilkan efek inkretin. Efek inkretin merupakan efek yang terjadi apabila ada beban glukosa yang diberikan secara oral, maka jumlah insulin yang disekresi oleh sel beta pankreas lebih banyak bila dibandingkan dengan pemberian beban glukosa yang sama secara intravena (Campbell et al., 2013). Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya rangsangan dari glukosa yang diberikan secara oral pada usus untuk mensekresi hormon inkretin. Hormon inkretin selanjutnya akan meningkatkan sekresi insulin melalui aktivasi reseptornya yang spesifik pada sel beta pankreas (Vilsbøll et al., 2004).

Insulin berperan dalam mengontrol kadar glukosa darah dalam tubuh. Caranya dengan memberi sinyal pada sel lemak, otot, dan hati untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glikogen di sel otot, trigliserida di sel lemak, dan keduanya di sel hati., yang merupakan sumber energi yang disimpan oleh tubuh. Selama pankreas memproduksi cukup insulin dan tubuh dapat menggunakannya dengan benar, kadar gula darah pasti akan selalu berada dalam kisaran yang normal. Karena pada hakikatnya, kadar glukosa yang terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak baik bagi kesehatan. Apabila insulin yang dihasilkan tubuh sedikit atau jika tubuh tidak sensitif terhadap kerja insulin maka akan terjadi penyakit diabetes melitus. Pada penderita diabetes melitus terjadi kekurangan sekresi hormon inkretin yang berakibat pada penurunan efek inkretin. Hal tersebut merupakan tanda awal dari gangguan metabolisme glukosa dan adanya resistensi insulin yang berkontribusi terhadap penurunan fungsi dari sel beta, sehingga memperparah keadaaan diabetes melitus (Opinto et al., 2013).

Versi cetak

Berita Terkait


Kalender Harian

    « Feb 2018 »
    Minggu
    Senin
    Selasa
    Rabu
    Kamis
    Jumat
    Sabtu
    28 29 30 31 1 2 3
    4 5 6 7 8 9 10
    11 12 13 14 15 16 17
    18 19 20 21 22 23 24
    25 26 27 28 1 2 3
    4 5 6 7 8 9 10
Polling Pendapat

    Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

     
Statistik Website

    Visitors :22038 Visitor
    Hits :76961 hits
    Month :596 Users
    Today : 39 Users
    Online : 2 Users
Info PMB

    CP : 082234005138 (Bu Ethyca) 085887379155 (Bu Lina) Email : admin@stikeswilliambooth.ac.id Nomor Rekening PMB : STIKES William Booth Surabaya MANDIRI GIRO 142-00-0607896-7

PENGGUNA LULUSAN

price and packages-Call-to-action-Icon

STIKES William Booth telah berpengalaman dalam pendidikan Keperawatan dan Kebidanan dari tahun 1935, yang pada saat itu masih disebut Pendidikan Jurusan Kesehatan, berkembang menjadi Sekolah Perawat Bidan hingga kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, yang telah menghasilkan tenaga Keperawatan dan Kebidanan yang sudah diakui kemampuannya dengan staf pengajar yang berpengalaman dan profesional lulusan dari dalam negeri dan luar negeri. Program Studi : D-III KEPERAWATAN terakreditasi B. 0713/LAM-PTKes/Akr/Dip/VII/2016 Masa pendidikan 6 semester (3 tahun) S-1 KEPERAWATAN terakreditasi B. 0561/LAM-PTKes/Akr/Sar/IX/2017 Masa Pendidikan 8 semester (4 tahun) dan Profesi Ners terakreditasi B (1 tahun) D-III KEBIDANAN terakreditrasi. 14412/D/P/K-VII/2013 Masa pendidikan 6 semester (3 tahun)