“PERAWAT MASA DEPAN”


Posted on: 20 July 2017

 

 

“PERAWAT MASA DEPAN” ??

 

          Saat ini, kebutuhan masyarakat akan sosok perawat “berkualitas” merupakan tantangan trend dan tantangan bagi profesi keperawatan dan juga institusi pendidikan keperawatan. Diperlukan upaya-upaya untuk menjawab permasalahan tersebut. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai sebuah “persiapan”bagi calon lulusan perawat dan juga perawat yang sudah bekerja.

1. Meningkatkan Jenjang Pendidikan

            Merujuk pada UU No.38 Tahun 2014, tentang pengakuan perawat dilihat dari sudut pandang jenjang pendidikan, disebutkan ada 2 jenis perawat yaitu perawat vokasional dan perawat professional. Perawat vokasional adalah seorang perawat yang dinyatakan lulus dan menempuh pendidikan diploma keperawatan, dan perawat profesional adalah seorang yang sudah menempuh pendidikan S1 (Sarjana) + Profesi (Ners), S2 (Magister) + Spesialis (KMB, Maternitas, Komunitas, Jiwa, Anak) dan S3 (doktoral).

            Dengan demikian, dinilai perlunya adanya peningkatan kompetensi perawat terutama bagi perawat vokasional yang masih memiliki latar pendidikan Diploma Keperawatan. Namun pun begitu, apabila secara formal upaya ini masih memiliki kendala terkait dengan biaya dan institusi penyelenggara alih jenang yang masih belum merata disetiap daerah, maka  kesadaran dan motivasi yang tinggi bagi perawat vokasional sangat diharapkan untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui PKB (Pendidikan Keperawatan Berkelanjutan) seperti pelatihan, workshop, seminar dll dibawah pengawasan organisasi profesi khususnya bidang Diklat.

2.  Updating kajian “body of knowledge” dan “standart kompetensi” perawat

            Ilmu pengetahuan semakin hari semakin berkembang, kalau kita amati seperti teknologi informasi yang sudah sedemikian pesat seakan “menuntut” profesi keperawatan untuk mengikuti perkembangan tersebut. Tentunya ini menjadi tanggungjawab bersama insan keperawatan, mulai dari organisasi keperawatan, assosiasi keperawatan, himpunan (kelompok keilmuwan) keperawatan, institusi pendidikan dan juga pelayanan keperawatan bahkan calon-calon perawat yang masih menempuh pendidikannya. Untuk itu, mulai dari sekarang, baiknya kita harus pandai-pandai membaca “market signal” terkait dengan kebutuhan “stakeholder” agar kita bisa bersama-sama menyiapkannya. Dengan demikian kita sebagai bagian dari profesi kesehatan turut berkembang bersama dan tidak akan ketinggalan, dan pada akhirnya harapan akan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat akan dapat tercapai pun pengakuan masyarakat terhadap profesi keperawatan juga terwujud.

 

3. Praktik Keperawatan dan Standart Asuhan Keperawatan

            Pendidikan dan Pelayanan Keperawatan merupakan satu mata rantai yang tidak terpisahkan. Pendidikan yang berkualitas dan Pelayanan yang professional akan dapat menghasilkan standart operasional prosedur yang digunakan sebagai indikator Standart Asuhan Keperawatan. Permasalahannya adalah, masih sangatlah beragam SOP di tatanan pelayanan keperawatan di Indonesia, tentu hal ini tidak terlepas dari banyaknya faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kondisi ini. Sekali lagi, bahwa pelaksanaan pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas merupakan tanggungjawab kita bersama. Kita bersyukur bahwa kita sudah memiliki “payung hukum” yakni UU Kep, dan beberapa peraturan perundangan pendukung lainnya, namun perjalanan pelayanan keperawatan masihlah panjang karena perlu penataan yang benar dan sungguh-sungguh agar tidak merugikan semua pihak.

 

4. Prospek dan Peluang Kerja Perawat

            Sudah menjadi “rahasia umum” bahwa sampai saat ini masih terjadi ketimpangan dan kesenjangan antara “suplai – demand” pelayanan perawat. Banyaknya institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan keperawatan belumlah sepenuhnya dapat terserap dan tersebar di pelayanan kesehatan. Maka dari itu, perlunya suatu terobosan terkait dengan “tempat bekerja” bagi lulusan perawat yang belum terserap. Apakah itu ? …. Bekerja di luar negeri!! Ya, karena dibeberapa negara, kebutuhan akan perawat masih “cukup menjanjikan”. Bagaimana mewujudkannya???. 1) Peningkatan kompetensi, mengingat organisasi profesi di luar negeri pun menuntut kita (perawat) mampu memenuhi dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai yang diharapkan. 2) Peningkatan kemampuan bahasa asing (inggirs/arap/jepang dll), ini sudah menjadi keharusan bagi perawat yang akan bekerja di luar negeri.

 

Well … semoga kita dapat mewujudkan semua harapan dan impian tersebut. SALAM SUKSES TETAP SEMANGAT.

 

By: Hendro Djoko

15.7.2017

 

 

 

 

 

Versi cetak

Berita Terkait


Kalender Harian

    « Feb 2018 »
    Minggu
    Senin
    Selasa
    Rabu
    Kamis
    Jumat
    Sabtu
    28 29 30 31 1 2 3
    4 5 6 7 8 9 10
    11 12 13 14 15 16 17
    18 19 20 21 22 23 24
    25 26 27 28 1 2 3
    4 5 6 7 8 9 10
Polling Pendapat

    Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

     
Statistik Website

    Visitors :22338 Visitor
    Hits :77718 hits
    Month :650 Users
    Today : 43 Users
    Online : 3 Users
Info PMB

    CP : 082234005138 (Bu Ethyca) 085887379155 (Bu Lina) Email : admin@stikeswilliambooth.ac.id Nomor Rekening PMB : STIKES William Booth Surabaya MANDIRI GIRO 142-00-0607896-7

PENGGUNA LULUSAN

price and packages-Call-to-action-Icon

STIKES William Booth telah berpengalaman dalam pendidikan Keperawatan dan Kebidanan dari tahun 1935, yang pada saat itu masih disebut Pendidikan Jurusan Kesehatan, berkembang menjadi Sekolah Perawat Bidan hingga kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, yang telah menghasilkan tenaga Keperawatan dan Kebidanan yang sudah diakui kemampuannya dengan staf pengajar yang berpengalaman dan profesional lulusan dari dalam negeri dan luar negeri. Program Studi : D-III KEPERAWATAN terakreditasi B. 0713/LAM-PTKes/Akr/Dip/VII/2016 Masa pendidikan 6 semester (3 tahun) S-1 KEPERAWATAN terakreditasi B. 0561/LAM-PTKes/Akr/Sar/IX/2017 Masa Pendidikan 8 semester (4 tahun) dan Profesi Ners terakreditasi B (1 tahun) D-III KEBIDANAN terakreditrasi. 14412/D/P/K-VII/2013 Masa pendidikan 6 semester (3 tahun)